Langsung ke konten utama

PERAN GURU TIK ATAU INFORMATIKA DALAM KURIKULUM PASCA PANDEMI ( COVID 19 )

======================================================
Nama                     : Yovi Ihsan Pandawa
NIM                         : A710190103
Kelas                      : C
Mata kuliah           : Telaah Kurikulum Teknik Informatika 
Program Studi      : Pendidikan Teknik Informatika 
Perguruan Tinggi : Universitas Muhammadiyah Surakarta
======================================================

PERAN GURU TIK ATAU INFORMATIKA DALAM KURIKULUM PASCA PANDEMI COVID 19 

Dalam masa pandemic seperti ini guru TIK sangat memiliki  peluang yang besar. Guru TIK harus bisa mengambil peluang ini maka orang yang ahli dalam IT akan dicari oleh masyarakat dan apabila tidak memanfaatkan dengan baik peluang ini yang akan terjadi gagal sehingga akan terasa sia-sia  dalam mengambil peluangnya.,
Kelebihan kelebihan guru TIK :

1.  Guru yang mempunyai kemampuan IT
2.  Guru yang mempunyai kemampuan dalam ilmu Pendidikan
3.  Background atau latar belakang IT sangat memiliki kelebihan terutama E-learning.
4.  IT yang dimiliki oleh orang informatika.

Dalam pelaksaan PJJ guru TIK sangat berpengaruh juga untuk melaksanakan PJJ ( Pembelajaran Jarak Jauh  ) atau pembelajaran yang dilakukan secara online. Guru TIK mempunya keahlian yang bukan hanya sebagai pendidik namun juga mempunyai kemampuan IT yang luar biasa. 

Dalam pelaksaan PJJ harus memperhatikan 
  Pola Pikir PJJ
  Tata kelola dan manajemen PJJ
  PJJ  dilakukan secara mendadak, PJJ Terencana , PJJ yang berkualitas , dan PJJ kelas dunia.
  Kultur PJJ
  Literasi PJJ

Dampak virus corona menghambat pembelajaran tatap muka untuk mengatasi itu yang bisa dilakukan pembelajaran maka yang dilakukan ialah PJJ pembelajaran Jarak Jauh karena belum bisa tatap muka. PJJ dilakukan supaya tidak terkena virus yang sangat berbahaya. Karena apabila tetap melaksanakan pembelajaran secara tatap muka sangat berbahaya jika anak didik atau guru terkena virus ini.
Flipped classroom ini sesuatu solusi yanmg tepat untuk dilakukan sekarang ini seperti apa yang disampaikan oleh mentri nadiem makarim bahwasannya harus mengubah yang awalnya outcame based learning education menjadi berbasis karya , berbasis kompetensi yang artinya anak-anak belajar content dari rumah dan waktu  bertemu disekolah tidak sesering dahulu yang pernah dilakukan yang tidak selama dulu isinya konfirmasi kepada guru  , melakukan diskusi , sharing , mendalami materi Bersama dan memecahkan masalah yang tidak bisa dilakukan dirumah maka akan dijelaskan  disekolah apabila dalam mecari materi tidak tersedia atau tidak ada di internet ataupun youtube. 
Flipped classroom salah satu alternative juga dalam menjalankan aktitas yang biasanya dilakukan disekolah di balik dilakukan dirumah. Dalam melakukan PJJ ini sangat perlu juga dilakukan literasi PJJ baik guru , siswa maupun masyarakat.

THE UNESCO ICT COMPETENCY FRAMEWORK FOR TEACHER pada Tahun 2008 
ini adalah sebuah kompetensi framework untuk guru 3 Komptensi yang harus dimiliki oleh peserta didik antara lain Technology Literacy , Knowledge Deepening , Ataupun Knowledge Creation.
hal ini akan menjadi tanggung jawab guru untuk menanamkannya. dalam hal ini kenapa sangat diperlukan? dikarenakan supaya anak memiliki literasi tentang teknologi dalam hal ini guru harus juga memahami pemahaman dengan baik. 

Knowledge Deeping setiap anak ( peserta didik ) mempunyai kemampuan tersendiri semisal nya anak informatika akan mendalami informatika dan pastinya pintar dalam menggunakan internet sehingga bisa belajar dari banyak orang diseluruh dunia. semisal anak suka biologin akan mengarah juga ke biologi , fisika ke fisika karena  sudah menurut kemampuannya dan daya tariknya melalui Teknologi Literacy

Knowledge Creation dalam menguasai sebuah ilmu akan menghasil sebuah karya ataupun sebuah produk yang bermanfaat sangat bagi seluruh masyarakat. produk yang bisa dibuat antara lain baik berupa program , masakan yang enak , ataupun program yang bisa membuat pekerjaan guru atau peserta didik menjadi mudah.

Dalam Peristiwa ini atau kejadian Pandemi COVID 19 kita bisa Belajar diantaranya  : 
1.  Mempersiapkan Mental ( nyaman atau tidak kenyamanan ) 
-> Akselerasi terwujudnya budaya Inovasi 
2. Beragam Konteks tantangan yang dihadapi memaksa pendidik lebih berorientasi kepada murid. 
->  Akselerasi percepatan terwujudnya pembelajaran yang berpusat kepada murid ( Personalisasi , diferensi , Teach at the night level ) 
3. menurukan kecemasan terhadap teknologi
-> penerapan kurikulum " Blended Learning "
dalam hal ini harus dilakukan dengan sebaik baiknya supaya dalam pelaksaan PJJ dapat terlaksana dengan kualitas dan pencapaian sesuai apa yang diharapkan dan tentunya dalam pelaksanaan ini harus tetap menjaga kebersamaan gotong royong serta memperkuat kolaborasi satu sama lain supaya mencapai target dan efektifitas terpenuhi dengan baik. 

Rekomendasi Umum untuk pembelajaran masa Pandemi (COVID 19 ) 
1. kesehatan dan keselamatan 
2. Melakukan Dialog 
3. Asesemen Formatif
4. menyesuaikan dan modifikasi kurikulum 
5. Bentuk komunitas belajar guru 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bersyukur

Ketika Dalam hidup selalu mengikuti Hawa Nafsu Sudah banyak pun akan tetap kurang dan tidak ada habisnya. Berbeda dengan hal yang tidak mengikuti Hawa Nafsu hal yang meskipun Kecil sudah sangat cukup mencakup semuanya. Hidup emang harus bersyukur untuk ini tidak perlu mengeluh, mengeluh hal yang wajar jangan sampai rasa mengeluh itu membuat kita lupabahwasannya ada orang menginginkan apa yang kita punya

Bersyukur Atas Nikmat Allah

Bersyukur merupakan menerima segala pemberian dari Allah Swt untuk kita tanpa rasa mengeluh dan iklas. sebagai manusia tidak boleh kufur terhadap nikmat Allah atas pemberiannya ketika Bersyukur atas nikmat-nikmatnya Niscaya Allah akan tambah. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: وَلَقَدْ اٰتَيْنَا لُقْمٰنَ الْحِكْمَةَ اَنِ اشْكُرْ لِلّٰهِ ۗ وَمَنْ يَّشْكُرْ فَاِ نَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهٖ ۚ وَمَنْ كَفَرَ فَاِ نَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ حَمِيْدٌ wa laqod aatainaa luqmaanal-hikmata anisykur lillaah, wa may yasykur fa innamaa yasykuru linafsih, wa mang kafaro fa innalloha ghoniyyun hamiid "Dan sungguh, telah Kami berikan hikmah kepada Luqman, yaitu, Bersyukurlah kepada Allah! Dan barang siapa bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barang siapa tidak bersyukur (kufur), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya, Maha Terpuji." (QS. Luqman 31: Ayat 12)